Operasi hitung campuran adalah salah satu topik matematika yang terlihat sederhana di permukaan tapi menjadi sumber kesalahan yang sangat konsisten bagi banyak siswa, mulai dari SD hingga SMP. Masalahnya bukan pada kemampuan menjumlah, mengurang, mengali, atau membagi secara individual, tapi pada urutan yang tepat ketika operasi-operasi tersebut digabungkan dalam satu soal yang sama.
Tanpa aturan urutan yang jelas dan dipahami dengan benar, soal sederhana seperti 2 + 3 × 4 bisa menghasilkan jawaban yang berbeda tergantung urutan pengerjaan: jika dijumlahkan dulu (2+3=5, lalu 5×4=20) hasilnya 20, tapi jika dikalikan dulu (3×4=12, lalu 2+12=14) hasilnya 14. Inilah mengapa aturan urutan operasi hitung, yang dikenal sebagai PEMDAS atau dalam konteks Indonesia sering disingkat dengan urutan tertentu, sangat penting untuk dikuasai dengan baik.
Artikel ini membahas operasi hitung campuran secara lengkap, dari aturan dasarnya, alasan mengapa aturan tersebut diperlukan, hingga berbagai contoh soal bertingkat yang mencakup variasi yang sering muncul dalam ujian.
Mengapa Kita Membutuhkan Aturan Urutan Operasi?
Sebelum membahas aturan spesifiknya, penting untuk memahami mengapa aturan urutan operasi diperlukan sejak awal. Matematika membutuhkan konsistensi: setiap ekspresi matematis harus menghasilkan satu jawaban yang sama, tidak peduli siapa yang menghitungnya atau kapan dihitungnya. Tanpa aturan yang disepakati bersama, ekspresi yang sama bisa diinterpretasikan secara berbeda oleh orang yang berbeda, menghasilkan kekacauan dalam komunikasi matematis.
Bayangkan jika setiap orang bebas memilih urutan pengerjaan operasi sesuai keinginan mereka sendiri. Ilmuwan yang menghitung formula fisika, insinyur yang merancang struktur bangunan, atau programmer yang menulis kode komputer, semuanya akan menghasilkan jawaban yang berbeda-beda untuk perhitungan yang seharusnya sama. Aturan urutan operasi adalah konvensi universal yang memastikan setiap orang, di mana pun mereka berada, akan menghasilkan jawaban yang sama untuk ekspresi matematis yang sama.
Aturan Urutan Operasi Hitung (PEMDAS/BODMAS)
Aturan urutan operasi hitung yang berlaku secara internasional, sering disingkat sebagai PEMDAS (Parentheses, Exponents, Multiplication, Division, Addition, Subtraction) atau BODMAS (Brackets, Orders, Division, Multiplication, Addition, Subtraction) tergantung negara dan tradisi pendidikannya, adalah sebagai berikut:
Pertama, kerjakan operasi di dalam TANDA KURUNG terlebih dahulu.
Kedua, kerjakan PERPANGKATAN dan AKAR.
Ketiga, kerjakan PERKALIAN dan PEMBAGIAN, dari kiri ke kanan (keduanya memiliki prioritas yang SAMA, dikerjakan berurutan sesuai posisinya dalam ekspresi).
Keempat, kerjakan PENJUMLAHAN dan PENGURANGAN, dari kiri ke kanan (keduanya juga memiliki prioritas yang SAMA).
Poin yang sangat penting dan sering disalahpahami: perkalian TIDAK selalu dikerjakan sebelum pembagian, dan penjumlahan TIDAK selalu dikerjakan sebelum pengurangan. Yang benar adalah perkalian dan pembagian memiliki prioritas yang sama satu sama lain, dan dikerjakan berurutan dari kiri ke kanan sesuai urutan kemunculannya dalam ekspresi. Hal yang sama berlaku untuk penjumlahan dan pengurangan.
Membangun Pemahaman Melalui Contoh Sederhana
Mari kembali ke contoh yang disebutkan di awal: 2 + 3 × 4.
Menggunakan aturan PEMDAS, perkalian dikerjakan terlebih dahulu sebelum penjumlahan. Jadi: 3 × 4 = 12, kemudian 2 + 12 = 14.
Jawaban yang benar adalah 14, bukan 20.
Mengapa perkalian lebih diprioritaskan daripada penjumlahan? Salah satu cara memahami ini adalah dengan melihat perkalian sebagai “penjumlahan berulang yang sudah dipersingkat”. Ekspresi 3 × 4 sebenarnya merepresentasikan 4+4+4 (atau 3+3+3+3). Jika kita menulis ulang ekspresi asal secara penuh: 2 + (4+4+4) = 2+4+4+4 = 14. Ini menunjukkan bahwa perkalian harus diselesaikan terlebih dahulu karena ia adalah “blok” tunggal yang merepresentasikan beberapa angka yang dijumlahkan bersama.
Mengapa Perkalian dan Pembagian Setara Prioritasnya
Konsep yang sering disalahpahami adalah urutan antara perkalian dan pembagian. Banyak yang mengira perkalian harus selalu dikerjakan sebelum pembagian karena urutan dalam singkatan PEMDAS (Perkalian sebelum Pembagian dalam urutan huruf). Padahal ini adalah kesalahpahaman yang cukup umum.
Kenyataannya, perkalian dan pembagian memiliki prioritas yang SAMA. Keduanya dikerjakan secara berurutan dari KIRI ke KANAN, bukan perkalian selalu didahulukan dari pembagian.
Contoh: 20 ÷ 4 × 5
Karena pembagian muncul lebih dulu (dari kiri), kerjakan pembagian terlebih dahulu: 20 ÷ 4 = 5. Kemudian: 5 × 5 = 25.
Jika kita salah mengira perkalian harus didahulukan, kita mungkin menghitung 4 × 5 = 20 terlebih dahulu, kemudian 20 ÷ 20 = 1, yang merupakan jawaban yang salah.
Prinsip yang sama berlaku untuk penjumlahan dan pengurangan: keduanya memiliki prioritas yang sama dan dikerjakan dari kiri ke kanan sesuai urutan kemunculannya.
Peran Penting Tanda Kurung
Tanda kurung memiliki prioritas TERTINGGI dalam urutan operasi hitung, yang berarti apapun yang ada di dalam tanda kurung harus diselesaikan terlebih dahulu, sebelum operasi lain di luar kurung dikerjakan.
Tanda kurung sangat berguna ketika kita ingin “memaksa” urutan operasi yang berbeda dari urutan standar. Misalnya, jika kita ingin menjumlahkan 2 dan 3 terlebih dahulu sebelum mengalikan dengan 4 (berbeda dari urutan standar PEMDAS), kita bisa menulis (2+3) × 4 = 5 × 4 = 20.
Untuk ekspresi dengan beberapa lapis tanda kurung (kurung di dalam kurung), aturannya adalah selalu mulai dari kurung yang PALING DALAM terlebih dahulu, kemudian bekerja ke arah luar.
Contoh Soal Level Dasar dengan Pembahasan
Soal 1: Kombinasi Penjumlahan dan Perkalian
Hitunglah: 5 + 6 × 3
Pembahasan: Kerjakan perkalian terlebih dahulu: 6×3=18.
Kemudian penjumlahan: 5+18=23.
Soal 2: Kombinasi Pengurangan dan Pembagian
Hitunglah: 20 – 12 ÷ 4
Pembahasan: Kerjakan pembagian terlebih dahulu: 12÷4=3.
Kemudian pengurangan: 20-3=17.
Soal 3: Penggunaan Tanda Kurung
Hitunglah: (8+2) × 5
Pembahasan: Kerjakan isi kurung terlebih dahulu: 8+2=10.
Kemudian perkalian: 10×5=50.
Contoh Soal Level Menengah dengan Pembahasan
Soal 4: Operasi Campuran Tanpa Kurung
Hitunglah: 15 – 8 ÷ 2 + 3 × 4
Pembahasan: Kerjakan perkalian dan pembagian terlebih dahulu (dari kiri ke kanan).
8÷2=4. Ekspresi menjadi: 15-4+3×4.
3×4=12. Ekspresi menjadi: 15-4+12.
Sekarang kerjakan penjumlahan dan pengurangan dari kiri ke kanan: 15-4=11, kemudian 11+12=23.
Soal 5: Perkalian dan Pembagian Berurutan
Hitunglah: 36 ÷ 6 × 2 ÷ 3
Pembahasan: Kerjakan dari kiri ke kanan karena semua operasi memiliki prioritas yang sama.
36÷6=6. Ekspresi menjadi: 6×2÷3.
6×2=12. Ekspresi menjadi: 12÷3.
12÷3=4.
Soal 6: Soal dengan Beberapa Tanda Kurung
Hitunglah: (10-4) × (3+2)
Pembahasan: Kerjakan isi setiap kurung terlebih dahulu.
10-4=6. Dan 3+2=5.
Kemudian kalikan: 6×5=30.
Contoh Soal Level Lanjut dengan Pembahasan
Soal 7: Soal dengan Perpangkatan dan Operasi Campuran
Hitunglah: 3² + 4 × 5 – 6
Pembahasan: Kerjakan perpangkatan terlebih dahulu: 3²=9.
Ekspresi menjadi: 9+4×5-6.
Kerjakan perkalian: 4×5=20.
Ekspresi menjadi: 9+20-6.
Kerjakan dari kiri ke kanan: 9+20=29, kemudian 29-6=23.
Soal 8: Soal dengan Kurung di Dalam Kurung
Hitunglah: 2 × [(8-3) + (10÷2)]
Pembahasan: Mulai dari kurung paling dalam.
8-3=5. Dan 10÷2=5.
Ekspresi dalam kurung siku menjadi: [5+5] = 10.
Sekarang: 2×10=20.
Soal 9: Soal Cerita Operasi Campuran
Seorang pedagang memiliki 50 buah apel. Ia menjual 3 keranjang yang masing-masing berisi 8 apel, kemudian menerima tambahan 15 apel dari pemasok. Berapa jumlah apel yang dimiliki pedagang sekarang?
Pembahasan: Terjemahkan soal cerita menjadi ekspresi matematis: 50 – (3×8) + 15.
Kerjakan perkalian dalam kurung: 3×8=24.
Ekspresi menjadi: 50-24+15.
Kerjakan dari kiri ke kanan: 50-24=26, kemudian 26+15=41.
Pedagang sekarang memiliki 41 apel.
Soal 10: Soal dengan Pecahan dalam Operasi Campuran
Hitunglah: ½ + ¼ × 2 – ⅓
Pembahasan: Kerjakan perkalian terlebih dahulu: ¼ × 2 = 2/4 = ½.
Ekspresi menjadi: ½ + ½ – ⅓.
Samakan penyebut (KPK dari 2 dan 3 adalah 6): ½=3/6, dan ⅓=2/6.
3/6 + 3/6 – 2/6 = 4/6 = 2/3.
Strategi Mengerjakan Soal Operasi Campuran dengan Sistematis
Berdasarkan berbagai contoh di atas, berikut adalah strategi sistematis yang bisa diterapkan untuk soal operasi campuran apapun.
Langkah pertama adalah membaca seluruh ekspresi dengan cermat dan mengidentifikasi semua tanda kurung yang ada. Tandai atau garis bawahi kurung-kurung tersebut untuk memastikan tidak ada yang terlewat.
Langkah kedua adalah menyelesaikan operasi di dalam tanda kurung, dimulai dari kurung yang paling dalam jika ada beberapa lapis kurung.
Langkah ketiga adalah menyelesaikan semua perpangkatan dan akar yang tersisa setelah kurung diselesaikan.
Langkah keempat adalah menyelesaikan perkalian dan pembagian secara berurutan dari kiri ke kanan, mengerjakan operasi mana pun yang muncul terlebih dahulu (perkalian atau pembagian) sesuai posisinya.
Langkah kelima adalah menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan secara berurutan dari kiri ke kanan dengan logika yang sama.
Langkah keenam, yang sangat penting tapi sering dilewatkan, adalah menuliskan setiap langkah perhitungan secara eksplisit, bukan mencoba menyelesaikan semuanya dalam kepala. Penulisan langkah demi langkah mengurangi risiko kesalahan dan memudahkan pemeriksaan ulang jika terjadi kesalahan.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Ada beberapa pola kesalahan yang sangat konsisten muncul dalam soal operasi hitung campuran yang perlu diidentifikasi dan dihindari.
Kesalahan pertama adalah mengerjakan operasi dari kiri ke kanan secara membabi buta tanpa memperhatikan prioritas operasi. Ini menghasilkan jawaban yang salah untuk ekspresi yang melibatkan kombinasi penjumlahan/pengurangan dengan perkalian/pembagian.
Kesalahan kedua adalah mengira perkalian SELALU dikerjakan sebelum pembagian (atau penjumlahan selalu sebelum pengurangan). Seperti sudah dijelaskan, perkalian dan pembagian memiliki prioritas yang sama, demikian juga penjumlahan dan pengurangan; keduanya dikerjakan dari kiri ke kanan sesuai urutan kemunculan.
Kesalahan ketiga adalah tidak menyelesaikan SEMUA operasi di dalam kurung sebelum melanjutkan ke operasi di luar kurung. Bahkan jika ada beberapa operasi yang berbeda di dalam satu kurung, semuanya (mengikuti urutan operasi yang sama) harus diselesaikan sebelum keluar dari kurung tersebut.
Kesalahan keempat adalah kesalahan tanda, terutama ketika ada pengurangan yang diikuti oleh operasi lain. Misalnya, dalam ekspresi 10 – 3 × 2, kesalahan umum adalah menghitung (10-3) × 2 = 14, padahal seharusnya 10 – (3×2) = 10-6 = 4.
Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara belajar aritmatika dan konsep matematika dasar lainnya dengan pendekatan yang membangun pemahaman mendalam dari fondasi yang benar, silakan kunjungi Sparks Math.
Kesimpulan
Operasi hitung campuran adalah keterampilan matematika fundamental yang membutuhkan pemahaman yang jelas tentang aturan urutan operasi: kurung terlebih dahulu, kemudian perpangkatan dan akar, kemudian perkalian dan pembagian (dari kiri ke kanan), dan terakhir penjumlahan dan pengurangan (dari kiri ke kanan). Memahami MENGAPA aturan ini ada, bukan sekadar menghafal singkatannya, membuat aturan ini jauh lebih mudah diingat dan diterapkan dengan konsisten.
Dengan latihan yang konsisten melalui berbagai variasi soal, dari yang paling sederhana hingga yang menggabungkan beberapa lapis kurung dan berbagai jenis operasi sekaligus, operasi hitung campuran akan menjadi salah satu fondasi aritmatika yang paling solid dan paling siap mendukung pembelajaran konsep matematika yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.
Temukan juga berbagai artikel lainnya seputar aritmatika dasar, contoh soal matematika SD dan SMP, dan strategi belajar matematika yang efektif di blog Sparks Math.



