Rumus-Juring-Lengkap-Sebagai-Berikut

Matematika

Rumus Juring Lengkap Sebagai Berikut

17 June 2026

Juring lingkaran adalah salah satu topik dalam geometri lingkaran yang sering membuat siswa SMP merasa kebingungan, bukan karena konsepnya sulit, tapi karena banyaknya rumus yang terlihat mirip satu sama lain: luas juring, panjang busur, dan keliling juring, masing-masing dengan variasi rumus yang harus diingat dengan tepat. Padahal, jika dipahami dari fondasi konseptualnya, semua rumus tentang juring sebenarnya mengikuti satu prinsip yang sangat sederhana dan sangat logis.

Artikel ini menyajikan rumus juring secara lengkap dan menyeluruh, dimulai dari pemahaman konseptual tentang apa itu juring, kemudian membangun setiap rumus dari prinsip dasar yang sama, dan diakhiri dengan berbagai contoh soal bertingkat yang mencakup variasi yang sering muncul dalam ujian.

Apa Itu Juring Lingkaran?

Juring lingkaran adalah daerah yang dibatasi oleh dua jari-jari lingkaran dan satu busur yang menghubungkan kedua ujung jari-jari tersebut. Bayangkan sepotong pizza atau sepotong kue yang dipotong dari pusat ke tepi: bentuk potongan tersebut adalah juring.

Setiap juring memiliki tiga elemen penting yang harus diidentifikasi dengan benar: dua jari-jari yang membatasi juring (panjangnya selalu sama dengan jari-jari lingkaran r), sudut pusat yang dibentuk oleh kedua jari-jari tersebut (biasanya disimbolkan dengan θ atau α), dan busur yang menghubungkan kedua ujung jari-jari (bagian melengkung dari tepi lingkaran).

Memahami juring sebagai “bagian” dari keseluruhan lingkaran adalah kunci konseptual yang akan digunakan untuk menurunkan semua rumus juring. Lingkaran penuh memiliki sudut pusat 360°, dan juring adalah bagian dari lingkaran tersebut yang sudut pusatnya kurang dari 360°.

Prinsip Dasar: Juring sebagai Fraksi dari Lingkaran Penuh

Inilah “rahasia” utama yang membuat semua rumus juring menjadi sangat masuk akal: setiap besaran yang berkaitan dengan juring (luas, panjang busur, keliling) adalah fraksi tertentu dari besaran yang bersesuaian untuk lingkaran penuh, dan fraksi tersebut ditentukan oleh perbandingan antara sudut pusat juring dengan sudut pusat lingkaran penuh (360°).

Fraksi ini dinyatakan sebagai: θ/360°

Di mana θ adalah sudut pusat juring dalam derajat.

Cara berpikir yang sangat membantu: jika sudut pusat juring adalah 90° (seperempat lingkaran), maka juring tersebut adalah 90/360 = 1/4 dari lingkaran penuh. Jika sudut pusat 180° (setengah lingkaran), juring adalah 180/360 = 1/2 dari lingkaran. Jika sudut pusat 60°, juring adalah 60/360 = 1/6 dari lingkaran.

Pemahaman fraksi inilah yang menjadi fondasi dari semua rumus juring yang akan dibahas selanjutnya.

Rumus Luas Juring

Karena juring adalah fraksi θ/360° dari lingkaran penuh, dan luas lingkaran penuh adalah πr², maka luas juring adalah fraksi tersebut dikalikan dengan luas lingkaran penuh:

Luas Juring = (θ/360°) × πr²

Rumus ini sangat logis: jika juring adalah seperempat lingkaran (θ=90°), maka luas juring adalah seperempat dari luas lingkaran penuh. Tidak ada yang perlu dihafal secara terpisah; ini hanyalah konsep “fraksi dikali keseluruhan” yang sangat familiar dari pelajaran pecahan di SD.

Rumus Panjang Busur

Dengan logika yang sama persis, panjang busur juring adalah fraksi θ/360° dari keliling lingkaran penuh, yang adalah 2πr:

Panjang Busur = (θ/360°) × 2πr

Sekali lagi, ini adalah konsep fraksi yang sama: jika sudut pusat 90°, panjang busur adalah seperempat dari keliling lingkaran penuh.

Rumus Keliling Juring

Keliling juring berbeda dari luas juring dan panjang busur karena keliling juring melibatkan penjumlahan dari TIGA komponen: dua jari-jari dan satu panjang busur.

Keliling Juring = 2r + Panjang Busur = 2r + (θ/360°) × 2πr

Kesalahan yang sangat umum adalah melupakan dua jari-jari dan hanya menghitung panjang busur saja sebagai “keliling juring”. Selalu ingat bahwa keliling adalah total panjang BATAS LUAR dari bentuk tersebut, dan untuk juring, batas luarnya terdiri dari dua garis lurus (jari-jari) dan satu garis lengkung (busur).

Mengapa Memahami Fraksi Lebih Baik Daripada Menghafal Rumus Langsung

Pendekatan yang menekankan pemahaman fraksi θ/360° sebagai prinsip universal memiliki keunggulan yang sangat signifikan dibandingkan menghafal masing-masing rumus secara terpisah.

Pertama, ini mengurangi jumlah “hal yang harus diingat” dari tiga rumus terpisah menjadi satu prinsip yang diterapkan tiga kali. Anak tidak perlu mengingat tiga formula yang berbeda, hanya perlu mengingat satu ide: fraksi dikali keseluruhan.

Kedua, pendekatan ini secara otomatis mencegah kesalahan tertukar antara rumus luas dan rumus panjang busur, karena anak selalu kembali ke logika dasar: “apa yang sedang saya cari (luas atau panjang), dan apa rumus keseluruhan untuk besaran tersebut (πr² untuk luas, 2πr untuk keliling/panjang)?”

Ketiga, pemahaman ini bisa diterapkan secara fleksibel pada variasi soal yang tidak standar, misalnya ketika sudut pusat dinyatakan dalam radian bukan derajat (dengan mengganti fraksi θ/360° menjadi θ/2π untuk radian), atau ketika informasi yang diberikan adalah fraksi langsung (misalnya “juring tersebut adalah 1/5 dari lingkaran”) tanpa sudut pusat eksplisit.

Contoh Soal Level Dasar dengan Pembahasan

Soal 1: Menghitung Luas Juring dari Sudut Pusat yang Diketahui

Sebuah juring lingkaran memiliki jari-jari 14 cm dan sudut pusat 90°. Hitunglah luas juring tersebut.

Pembahasan: Karena 14 adalah kelipatan 7, gunakan π = 22/7.

Luas Juring = (θ/360°) × πr² = (90/360) × 22/7 × 14².

90/360 = 1/4.

Luas Juring = 1/4 × 22/7 × 196 = 1/4 × 22 × 28 = 1/4 × 616 = 154 cm².

Soal 2: Menghitung Panjang Busur

Sebuah juring lingkaran memiliki jari-jari 21 cm dan sudut pusat 60°. Hitunglah panjang busur juring tersebut.

Pembahasan: Karena 21 adalah kelipatan 7, gunakan π = 22/7.

Panjang Busur = (θ/360°) × 2πr = (60/360) × 2 × 22/7 × 21.

60/360 = 1/6.

Panjang Busur = 1/6 × 2 × 22/7 × 21 = 1/6 × 2 × 22 × 3 = 1/6 × 132 = 22 cm.

Soal 3: Menghitung Keliling Juring

Menggunakan data dari Soal 2 (jari-jari 21 cm, sudut pusat 60°, panjang busur 22 cm), hitunglah keliling juring tersebut.

Pembahasan: Keliling Juring = 2r + Panjang Busur = 2(21) + 22 = 42 + 22 = 64 cm.

Contoh Soal Level Menengah dengan Pembahasan

Soal 4: Mencari Sudut Pusat dari Luas Juring yang Diketahui

Luas sebuah juring adalah 77 cm². Jika jari-jari lingkaran tersebut adalah 14 cm, berapa besar sudut pusat juring tersebut?

Pembahasan: Luas Juring = (θ/360°) × πr².

77 = (θ/360°) × 22/7 × 14².

77 = (θ/360°) × 22/7 × 196.

77 = (θ/360°) × 616.

θ/360° = 77/616 = 1/8.

θ = 360°/8 = 45°.

Soal 5: Mencari Jari-Jari dari Panjang Busur yang Diketahui

Panjang busur sebuah juring adalah 11 cm dengan sudut pusat 30°. Berapa jari-jari lingkaran tersebut?

Pembahasan: Panjang Busur = (θ/360°) × 2πr.

11 = (30/360) × 2 × 22/7 × r.

11 = (1/12) × 44/7 × r.

11 = 44r/84 = 11r/21.

r = 11 × 21/11 = 21 cm.

Soal 6: Soal Kontekstual Taman Berbentuk Juring

Sebuah taman kota berbentuk juring lingkaran dengan jari-jari 28 m dan sudut pusat 135°. Jika seluruh tepi taman (kecuali bagian busur) akan dipasang pagar besi dengan biaya Rp80.000 per meter, dan bagian busur akan dipasang pagar tanaman dengan biaya Rp50.000 per meter, berapa total biaya pemagaran taman tersebut?

Pembahasan: Karena 28 adalah kelipatan 7, gunakan π = 22/7.

Panjang dua jari-jari (untuk pagar besi) = 2 × 28 = 56 m.

Biaya pagar besi = 56 × Rp80.000 = Rp4.480.000.

Panjang busur (untuk pagar tanaman) = (135/360) × 2 × 22/7 × 28.

135/360 = 3/8.

Panjang busur = 3/8 × 2 × 22/7 × 28 = 3/8 × 2 × 22 × 4 = 3/8 × 176 = 66 m.

Biaya pagar tanaman = 66 × Rp50.000 = Rp3.300.000.

Total biaya = Rp4.480.000 + Rp3.300.000 = Rp7.780.000.

Contoh Soal Level Lanjut dengan Pembahasan

Soal 7: Perbandingan Dua Juring

Dua juring memiliki jari-jari yang sama, yaitu 10 cm. Juring A memiliki sudut pusat 72° dan Juring B memiliki sudut pusat 120°. Berapa perbandingan luas Juring A terhadap Juring B?

Pembahasan: Karena jari-jari kedua juring sama, perbandingan luas hanya ditentukan oleh perbandingan sudut pusatnya (karena faktor πr² yang sama akan saling membatalkan dalam perbandingan):

Perbandingan Luas A : Luas B = θ_A : θ_B = 72 : 120 = 3 : 5.

Trik ini sangat berguna: ketika jari-jari sama, perbandingan luas juring (atau panjang busur) langsung sama dengan perbandingan sudut pusatnya, tanpa perlu menghitung luas masing-masing secara terpisah.

Soal 8: Soal dengan Bentuk Gabungan

Sebuah bangun terdiri dari setengah lingkaran dengan diameter 28 cm yang digabungkan dengan sebuah juring berukuran 90° dengan jari-jari yang sama (14 cm), di mana juring tersebut menempel pada salah satu ujung diameter setengah lingkaran. Hitunglah total luas bangun gabungan tersebut.

Pembahasan: Karena 14 adalah kelipatan 7, gunakan π = 22/7.

Luas setengah lingkaran = (180/360) × πr² = 1/2 × 22/7 × 14² = 1/2 × 22/7 × 196 = 1/2 × 616 = 308 cm².

Luas juring 90° = (90/360) × πr² = 1/4 × 22/7 × 14² = 1/4 × 616 = 154 cm².

Total luas = 308 + 154 = 462 cm².

Catatan: soal seperti ini membutuhkan pemahaman spasial yang baik untuk memvisualisasikan bagaimana kedua bentuk tersebut digabungkan, dan asumsi bahwa kedua bentuk tidak saling tumpang tindih agar penjumlahan langsung valid.

Soal 9: Mencari Sudut Pusat dari Hubungan Luas dan Keliling

Sebuah juring memiliki jari-jari 10 cm. Jika luas juring tersebut secara numerik sama dengan dua kali panjang busurnya (dengan mengabaikan satuan), berapa besar sudut pusat juring tersebut? (Gunakan π = 3,14)

Pembahasan: Luas Juring = (θ/360°) × πr² dan Panjang Busur = (θ/360°) × 2πr.

Kondisi: Luas = 2 × Panjang Busur.

(θ/360°) × πr² = 2 × (θ/360°) × 2πr.

Karena (θ/360°) × π muncul di kedua sisi (asumsi θ ≠ 0), kita bisa membagi kedua sisi dengan (θ/360°) × π:

r² = 2 × 2r = 4r.

r = 4 (jika r ≠ 0).

Tunggu, ini memberikan nilai r, bukan θ, yang menunjukkan bahwa kondisi tersebut sebenarnya tidak bergantung pada θ sama sekali (untuk r=10 yang diberikan dalam soal, kondisi tersebut sebenarnya tidak akan terpenuhi kecuali r=4). Ini adalah contoh yang baik untuk menunjukkan bahwa tidak semua kondisi yang “terdengar masuk akal” dalam soal benar-benar valid secara matematis, dan analisis yang cermat diperlukan untuk mengidentifikasi hal ini.

Untuk soal yang lebih tepat: jika r = 4 cm dan kondisi yang sama berlaku, maka θ bisa berupa sudut manapun karena hubungan tersebut berlaku untuk semua θ ketika r = 4. Ini menunjukkan pentingnya analisis aljabar yang teliti, bukan sekadar substitusi mekanis.

Hubungan Antara Luas Juring dan Panjang Busur: Rumus Alternatif

Ada hubungan menarik antara luas juring dan panjang busur yang bisa digunakan sebagai rumus alternatif, terutama berguna ketika panjang busur sudah diketahui tapi sudut pusat belum.

Karena Luas Juring = (θ/360°) × πr² dan Panjang Busur = (θ/360°) × 2πr, kita bisa mensubstitusikan (θ/360°) = Panjang Busur / (2πr) ke dalam rumus luas:

Luas Juring = [Panjang Busur / (2πr)] × πr² = (Panjang Busur × r) / 2

Rumus alternatif ini: Luas Juring = ½ × r × Panjang Busur, sangat mirip dengan rumus luas segitiga (½ × alas × tinggi), dan memang ada analogi konseptual: untuk juring dengan sudut pusat yang sangat kecil, bentuknya mendekati segitiga sangat tipis dengan “alas” sama dengan panjang busur dan “tinggi” sama dengan jari-jari.

Rumus alternatif ini sangat berguna untuk soal yang memberikan panjang busur secara langsung tanpa sudut pusat eksplisit.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang sangat sering muncul dalam soal juring yang perlu diantisipasi dengan baik.

Kesalahan pertama adalah tertukar antara rumus luas juring dan panjang busur. Selalu ingat: luas menggunakan πr² (mengandung r²), sedangkan panjang busur menggunakan 2πr (mengandung r, bukan r²). Periksa satuan jawaban: luas harus dalam satuan persegi, panjang busur dalam satuan panjang biasa.

Kesalahan kedua adalah melupakan dua jari-jari ketika menghitung keliling juring, dan hanya menggunakan panjang busur saja sebagai “keliling”. Keliling juring selalu = 2r + panjang busur.

Kesalahan ketiga adalah kesalahan dalam menyederhanakan fraksi θ/360°. Selalu sederhanakan fraksi ini terlebih dahulu sebelum melanjutkan perhitungan untuk menghindari pecahan yang rumit di langkah-langkah berikutnya.

Kesalahan keempat adalah salah memilih nilai π. Periksa apakah jari-jari adalah kelipatan 7 untuk menentukan apakah menggunakan 22/7 atau 3,14.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara belajar geometri lingkaran dan konsep matematika SMP lainnya dengan pendekatan yang membangun pemahaman mendalam dari fondasi yang benar, silakan kunjungi Sparks Math.

Kesimpulan

Semua rumus juring, baik luas, panjang busur, maupun keliling, sebenarnya berasal dari satu prinsip yang sangat sederhana: juring adalah fraksi θ/360° dari keseluruhan lingkaran. Ketika prinsip ini dipahami dengan benar, tidak ada lagi kebutuhan untuk menghafal tiga rumus terpisah sebagai entitas yang tidak berhubungan; sebaliknya, setiap rumus bisa diturunkan kembali kapan pun dibutuhkan dari pemahaman konseptual tentang fraksi.

Dengan menguasai prinsip fraksi ini, memahami perbedaan dan hubungan antara ketiga rumus, dan melatih berbagai tipe soal dari yang paling sederhana hingga yang lebih kompleks, juring lingkaran akan menjadi salah satu topik geometri yang paling solid dan paling mudah diandalkan dalam bekal matematika anak.

Temukan juga berbagai artikel lainnya seputar rumus geometri lingkaran, contoh soal matematika SMP, dan strategi belajar matematika yang efektif di blog Sparks Math.

Artikel Terkait

Siap Optimalkan Matematika si Kecil

Tim Sparks Math siap membantu Anda memilih program yang paling tepat untuk si Kecil.
Konsultasi gratis, tanpa tekanan, tanpa komitmen!

Scroll to Top