Soal-Statistika-SD-Kelas-5-dan-6-Beserta-Pembahasan-Lengkap

Matematika

Soal Statistika SD Kelas 5 dan 6 Beserta Pembahasan Lengkap

2 June 2026

Statistika adalah salah satu materi matematika yang mulai diperkenalkan secara formal di kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar. Di jenjang ini, anak mulai belajar tentang cara mengumpulkan data, menyajikannya dalam bentuk tabel dan diagram, serta menganalisis data menggunakan ukuran-ukuran dasar seperti mean (rata-rata), median (nilai tengah), dan modus (nilai yang paling sering muncul).

Bagi banyak anak, statistika terasa berbeda dari materi matematika lainnya karena sangat kontekstual dan membutuhkan kemampuan membaca serta interpretasi data, bukan hanya kemampuan berhitung. Soal statistika sering kali disajikan dalam bentuk tabel, diagram batang, diagram garis, atau diagram lingkaran yang harus dibaca dengan cermat sebelum pertanyaannya bisa dijawab.

Artikel ini menyajikan kumpulan soal statistika SD kelas 5 dan 6 yang representatif, mencakup berbagai jenis dan tingkat kesulitan, disertai dengan pembahasan yang lengkap dan langkah-langkah penyelesaian yang jelas. Tujuannya bukan hanya untuk menyediakan latihan soal, tetapi juga untuk membantu anak memahami cara berpikir statistis yang benar melalui setiap pembahasan.

Konsep Dasar Statistika yang Harus Dikuasai Sebelum Berlatih Soal

Sebelum masuk ke soal-soal latihan, ada beberapa konsep dasar yang perlu dipahami dengan baik karena menjadi fondasi dari semua soal statistika di jenjang SD.

Data adalah sekumpulan informasi atau fakta yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu. Data bisa berupa angka seperti nilai ujian atau berat badan, maupun kategori seperti warna favorit atau jenis olahraga yang disukai.

Mean atau rata-rata adalah nilai tengah dari sekumpulan data yang dihitung dengan cara menjumlahkan semua nilai kemudian membaginya dengan banyaknya data. Mean digunakan untuk merepresentasikan “nilai khas” dari suatu kumpulan data.

Median adalah nilai yang berada tepat di tengah ketika data sudah diurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar. Jika jumlah data ganjil, median adalah nilai tengahnya. Jika jumlah data genap, median adalah rata-rata dua nilai tengahnya.

Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam sekumpulan data. Sebuah data bisa memiliki lebih dari satu modus (bimodal atau multimodal) atau bahkan tidak memiliki modus jika semua nilai muncul dengan frekuensi yang sama.

Range atau rentang adalah selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil dalam sekumpulan data. Range menunjukkan seberapa besar “penyebaran” data tersebut.

Soal dan Pembahasan: Mean (Rata-Rata)

Soal 1: Mean Nilai Ulangan

Nilai ulangan matematika 8 siswa adalah sebagai berikut: 75, 80, 65, 90, 85, 70, 95, dan 60. Berapa rata-rata nilai ulangan tersebut?

Pembahasan:

Langkah 1: Jumlahkan semua nilai.

75 + 80 + 65 + 90 + 85 + 70 + 95 + 60 = 620

Langkah 2: Bagi jumlah nilai dengan banyaknya data.

Mean = 620 ÷ 8 = 77,5

Jadi, rata-rata nilai ulangan ke-8 siswa tersebut adalah 77,5.

Soal 2: Mencari Nilai yang Belum Diketahui dari Mean

Rata-rata berat badan 5 orang anak adalah 38 kg. Jika berat badan empat anak adalah 35 kg, 40 kg, 42 kg, dan 36 kg, berapa berat badan anak kelima?

Pembahasan:

Langkah 1: Hitung total berat badan kelima anak dari mean yang diketahui.

Total = Mean × Banyak data = 38 × 5 = 190 kg

Langkah 2: Jumlahkan berat badan empat anak yang diketahui.

35 + 40 + 42 + 36 = 153 kg

Langkah 3: Cari berat badan anak kelima.

Berat anak kelima = 190 – 153 = 37 kg

Jadi, berat badan anak kelima adalah 37 kg.

Soal 3: Mean dari Tabel Frekuensi

Tabel berikut menunjukkan nilai ulangan IPA kelas 5.

Nilai 60 muncul 3 kali. Nilai 70 muncul 5 kali. Nilai 80 muncul 7 kali. Nilai 90 muncul 4 kali. Nilai 100 muncul 1 kali.

Berapa rata-rata nilai ulangan tersebut?

Pembahasan:

Langkah 1: Hitung jumlah siswa.

Total siswa = 3 + 5 + 7 + 4 + 1 = 20 siswa

Langkah 2: Hitung total nilai dengan mengalikan setiap nilai dengan frekuensinya.

60 × 3 = 180

70 × 5 = 350

80 × 7 = 560

90 × 4 = 360

100 × 1 = 100

Total nilai = 180 + 350 + 560 + 360 + 100 = 1.550

Langkah 3: Hitung mean.

Mean = 1.550 ÷ 20 = 77,5

Jadi, rata-rata nilai ulangan IPA tersebut adalah 77,5.

Soal dan Pembahasan: Median (Nilai Tengah)

Soal 4: Median Data Ganjil

Data tinggi badan 7 siswa dalam sentimeter adalah: 145, 138, 152, 141, 155, 148, dan 136. Tentukan median tinggi badan tersebut!

Pembahasan:

Langkah 1: Urutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar.

136, 138, 141, 145, 148, 152, 155

Langkah 2: Karena ada 7 data (ganjil), median berada di posisi ke-(7+1)/2 = posisi ke-4.

Nilai di posisi ke-4 adalah 145.

Jadi, median tinggi badan tersebut adalah 145 cm.

Soal 5: Median Data Genap

Nilai ulangan bahasa Indonesia 10 siswa adalah: 72, 85, 68, 90, 75, 82, 78, 65, 88, dan 70. Tentukan median nilai tersebut!

Pembahasan:

Langkah 1: Urutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar.

65, 68, 70, 72, 75, 78, 82, 85, 88, 90

Langkah 2: Karena ada 10 data (genap), median adalah rata-rata nilai di posisi ke-5 dan ke-6.

Nilai posisi ke-5 = 75. Nilai posisi ke-6 = 78.

Langkah 3: Hitung median.

Median = (75 + 78) ÷ 2 = 153 ÷ 2 = 76,5

Jadi, median nilai ulangan bahasa Indonesia tersebut adalah 76,5.

Soal dan Pembahasan: Modus

Soal 6: Modus Tunggal

Data ukuran sepatu 15 siswa adalah: 36, 37, 38, 36, 39, 37, 36, 38, 37, 36, 40, 37, 36, 38, 37. Tentukan modus ukuran sepatu tersebut!

Pembahasan:

Hitung frekuensi setiap ukuran sepatu:

Ukuran 36 muncul 5 kali.

Ukuran 37 muncul 5 kali.

Ukuran 38 muncul 3 kali.

Ukuran 39 muncul 1 kali.

Ukuran 40 muncul 1 kali.

Ukuran 36 dan 37 keduanya muncul sebanyak 5 kali, lebih sering dari ukuran lainnya.

Jadi, modus ukuran sepatu tersebut adalah 36 dan 37 (bimodal).

Soal 7: Modus dari Diagram Batang

Diagram batang menunjukkan jumlah buku yang dibaca siswa kelas 6 dalam satu bulan. Andi membaca 4 buku, Budi 6 buku, Cici 4 buku, Dian 7 buku, Eka 4 buku, dan Fani 6 buku. Tentukan modus data tersebut!

Pembahasan:

Hitung frekuensi setiap nilai:

4 buku dibaca oleh 3 siswa (Andi, Cici, Eka).

6 buku dibaca oleh 2 siswa (Budi, Fani).

7 buku dibaca oleh 1 siswa (Dian).

Nilai 4 muncul paling sering, yaitu 3 kali.

Jadi, modus adalah 4 buku.

Soal dan Pembahasan: Membaca dan Menginterpretasi Tabel Data

Soal 8: Analisis Tabel Data Penjualan

Tabel berikut menunjukkan jumlah buku yang terjual di sebuah toko selama 5 hari.

Senin: 45 buku. Selasa: 38 buku. Rabu: 52 buku. Kamis: 41 buku. Jumat: 64 buku.

Pertanyaan: a) Berapa rata-rata buku yang terjual per hari? b) Pada hari apa penjualan tertinggi? c) Berapa selisih penjualan hari dengan penjualan tertinggi dan terendah?

Pembahasan:

a) Mean = (45 + 38 + 52 + 41 + 64) ÷ 5 = 240 ÷ 5 = 48 buku per hari.

b) Penjualan tertinggi terjadi pada hari Jumat dengan 64 buku.

c) Penjualan tertinggi = 64 (Jumat). Penjualan terendah = 38 (Selasa). Selisih = 64 – 38 = 26 buku.

Soal dan Pembahasan: Diagram Batang

Soal 9: Membaca Diagram Batang Kegiatan Ekstrakurikuler

Diagram batang menunjukkan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SD Maju. Pramuka diikuti 45 siswa, Futsal 30 siswa, Melukis 25 siswa, Paduan Suara 20 siswa, dan Tari 35 siswa.

Pertanyaan: a) Kegiatan apa yang paling banyak diikuti siswa? b) Berapa total siswa yang mengikuti ekstrakurikuler? c) Berapa siswa lebih banyak yang mengikuti Pramuka dibandingkan Melukis?

Pembahasan:

a) Pramuka adalah kegiatan yang paling banyak diikuti dengan 45 siswa.

b) Total siswa = 45 + 30 + 25 + 20 + 35 = 155 siswa.

c) Selisih = 45 – 25 = 20 siswa. Pramuka memiliki 20 siswa lebih banyak dari Melukis.

Soal dan Pembahasan: Diagram Lingkaran

Soal 10: Membaca Diagram Lingkaran Kegiatan Favorit

Diagram lingkaran menunjukkan kegiatan favorit 200 siswa SD. Membaca 25%, Bermain Game 30%, Olahraga 20%, Menonton TV 15%, dan Melukis 10%.

Pertanyaan: a) Berapa siswa yang gemar bermain game? b) Berapa siswa yang gemar membaca dan olahraga? c) Kegiatan apa yang paling sedikit digemari?

Pembahasan:

a) Siswa yang gemar bermain game = 30% × 200 = 60 siswa.

b) Siswa yang gemar membaca = 25% × 200 = 50 siswa. Siswa yang gemar olahraga = 20% × 200 = 40 siswa. Total = 50 + 40 = 90 siswa.

c) Kegiatan yang paling sedikit digemari adalah Melukis dengan 10% atau 20 siswa.

Soal dan Pembahasan: Soal Cerita Statistika Terpadu

Soal 11: Soal Cerita Kompleks

Nilai ulangan matematika 9 siswa kelas 6 adalah: 80, 75, 90, 85, 70, 95, 85, 65, dan 85. Tentukan: a) mean, b) median, c) modus, dan d) range dari data tersebut.

Pembahasan:

Langkah awal: Urutkan data terlebih dahulu.

Data terurut: 65, 70, 75, 80, 85, 85, 85, 90, 95

a) Mean:

Jumlah semua nilai = 65 + 70 + 75 + 80 + 85 + 85 + 85 + 90 + 95 = 730

Mean = 730 ÷ 9 = 81,1 (dibulatkan)

b) Median:

Data sudah diurutkan. Jumlah data = 9 (ganjil). Posisi median = (9+1)/2 = posisi ke-5.

Nilai di posisi ke-5 adalah 85.

Median = 85

c) Modus:

Nilai 85 muncul 3 kali, lebih sering dari nilai lainnya.

Modus = 85

d) Range:

Nilai terbesar = 95. Nilai terkecil = 65.

Range = 95 – 65 = 30

Soal 12: Soal Penggunaan Mean dalam Konteks Nyata

Seorang pedagang buah mencatat pendapatannya selama 6 hari berturut-turut: Rp150.000, Rp180.000, Rp120.000, Rp200.000, Rp160.000, dan Rp170.000. Jika pedagang tersebut ingin mendapat total pendapatan Rp1.100.000 dalam 7 hari, berapa pendapatan yang harus ia capai pada hari ke-7?

Pembahasan:

Langkah 1: Jumlahkan pendapatan 6 hari pertama.

150.000 + 180.000 + 120.000 + 200.000 + 160.000 + 170.000 = Rp980.000

Langkah 2: Kurangi target total dengan pendapatan yang sudah terkumpul.

Pendapatan hari ke-7 = Rp1.100.000 – Rp980.000 = Rp120.000

Jadi, pedagang tersebut harus mendapat pendapatan sebesar Rp120.000 pada hari ke-7.

Tips Mengerjakan Soal Statistika dengan Lebih Efektif

Berikut beberapa tips yang bisa membantu anak mengerjakan soal statistika dengan lebih efektif dan akurat.

Tips pertama: selalu urutkan data sebelum mencari median atau modus. Ini adalah langkah yang paling sering dilewatkan anak dan paling sering menyebabkan kesalahan. Bahkan untuk mencari modus, mengurutkan data terlebih dahulu memudahkan dalam menghitung frekuensi setiap nilai.

Tips kedua: untuk soal mean, periksa kembali hasil penjumlahan sebelum membagi. Kesalahan dalam menjumlahkan data adalah penyebab paling umum jawaban yang salah dalam soal mean. Hitung ulang penjumlahannya minimal satu kali sebelum melanjutkan.

Tips ketiga: ketika membaca diagram, perhatikan skala sumbu dengan sangat teliti. Kesalahan membaca skala adalah sumber kesalahan yang sangat umum dalam soal yang menggunakan diagram batang atau diagram garis.

Tips keempat: untuk soal diagram lingkaran, ingat bahwa total persentase selalu 100%. Jika soal hanya memberikan beberapa sektor dan meminta yang lain, hitung dengan cara mengurangi dari 100%.

Tips kelima: biasakan untuk memeriksa apakah jawaban yang diperoleh masuk akal dalam konteks soal. Mean harus berada di antara nilai terkecil dan terbesar dalam data. Jika mean yang dihitung berada di luar rentang ini, pasti ada kesalahan dalam perhitungan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari dalam Soal Statistika

Ada beberapa pola kesalahan yang sangat sering dilakukan anak dalam soal statistika dan perlu diantisipasi.

Kesalahan pertama adalah lupa mengurutkan data sebelum mencari median. Mencari “nilai tengah” dari data yang belum diurutkan akan menghasilkan median yang salah.

Kesalahan kedua adalah salah menentukan posisi median, terutama untuk data genap. Untuk data genap, median adalah rata-rata dua nilai tengah, bukan salah satunya saja.

Kesalahan ketiga adalah mengira modus selalu ada dan selalu tunggal. Data bisa memiliki lebih dari satu modus atau bahkan tidak memiliki modus sama sekali.

Kesalahan keempat adalah lupa membagi dengan jumlah data yang benar saat menghitung mean. Jika ada data yang sama atau data yang disajikan dalam tabel frekuensi, pastikan pembaginya adalah total jumlah data, bukan jumlah nilai yang unik.

Kesimpulan

Statistika di jenjang SD kelas 5 dan 6 mencakup konsep mean, median, modus, dan range, serta kemampuan membaca dan menginterpretasi data dari berbagai jenis penyajian seperti tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran. Kunci untuk menguasai materi ini adalah memahami makna setiap ukuran statistika secara konseptual, bukan sekadar hafal prosedur penghitungannya.

Dengan latihan yang konsisten menggunakan soal-soal yang bervariasi, memperhatikan langkah-langkah pengerjaan yang benar, dan selalu memeriksa apakah jawaban masuk akal dalam konteks soal, setiap anak bisa menguasai statistika dengan baik dan percaya diri menghadapi ujian.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang program les matematika yang membantu anak memahami statistika dan berbagai materi matematika SD lainnya secara mendalam dan menyenangkan, silakan kunjungi Sparks Math.

Temukan juga berbagai artikel matematika lainnya seputar soal dan pembahasan matematika SD, strategi belajar efektif, dan tips menghadapi ujian matematika di blog Sparks Math.

Artikel Terkait

Siap Optimalkan Matematika si Kecil

Tim Sparks Math siap membantu Anda memilih program yang paling tepat untuk si Kecil.
Konsultasi gratis, tanpa tekanan, tanpa komitmen!

Scroll to Top