Keunggulan Les Matematika Kurikulum Singapura: Membangun Logika Berpikir, Bukan Sekadar Hafalan Rumus

Apakah Mom and Dad sering melihat anak kesulitan mengerjakan soal cerita matematika, padahal mereka hafal rumusnya? Seringkali, anak-anak diajarkan untuk menghafal rumus. Hasilnya anak bisa menghitung cepat, tapi bingung ketika soal ceritanya diubah sedikit saja. Masalah utamanya seringkali bukan pada kemampuan anak, melainkan pada metode pengajarannya.

Contoh alat peraga fraction bar yang digunakan untuk mengajarkan konsep pecahan di kurikulum Singapura
Contoh alat peraga fraction bar yang digunakan untuk mengajarkan konsep pecahan di kurikulum Singapura

Di sinilah matematika kurikulum Singapura (Singapore math) hadir sebagai solusi global yang kini bisa Anda temukan di Sparks Math. Berbeda dengan metode pada umumnya yang menekankan pada menghafal cara cepat, kurikulum Singapura ini berfokus pada pemahaman konsep yang mendalam (mastery).

Berikut adalah alasan mengapa metode ini lebih unggul dalam membangun logika berpikir anak dibandingkan metode tradisional.

1. Mengubah Abstrak Menjadi Nyata dengan Metode CPA

Perbedaan terbesar antara metode tradisional dengan Singapore math ada pada pendekatannya. Kurikulum matematika Singapura menggunakan tahapan CPA (Concrete, Pictorial, Abstract).

Bayangkan anak Mom and Dad sedang belajar penjumlahan “3 + 2”:

  1. Concrete (Benda Nyata): Anak memegang 3 apel mainan dan 2 apel mainan, lalu menggabungkannya.
  2. Pictorial (Gambar): Setelah paham bendanya, mereka melihat gambar 3 apel ditambah 2 apel di layar atau buku.
  3. Abstract (Simbol): Baru setelah itu mereka diperkenalkan dengan angka “3 + 2 = 5”.

Metode pengajaran matematika umumnya langsung melompat ke tahap 3 (Abstract). Akibatnya, anak merasa matematika itu “gaib” dan sulit dibayangkan. Dengan metode CPA yang diterapkan di Sparks Math, fondasi pemahaman anak menjadi jauh lebih kuat.

2. Fokus pada Problem Solving, Bukan Sekadar Drilling

Banyak tempat les matematika konvensional hanya memberikan ribuan soal latihan (drilling) agar anak hafal pola soal. Namun, ketika soal sedikit diubah, anak akan bingung. Di Sparks Math, kami menggunakan kurikulum Singapura yang menekankan pada critical thinking dan problem solving. Anak diajarkan untuk membedah masalah, memvisualisasikan data, dan mencari solusi logis. Ini adalah skill jangka panjang yang tidak hanya berguna untuk nilai rapor, tapi juga untuk masa depan karir mereka.

3. Mengubah “Matematika Itu Sulit” Menjadi Menyenangkan

Di Sparks Math, kami percaya bahwa kepercayaan diri adalah kunci. Karena matematika kurikulum Singapura mengajarkan konsep secara bertahap agar anak tidak merasa overwhelmed atau putus asa. Setiap keberhasilan kecil dalam memecahkan masalah akan membangun rasa percaya diri mereka. Matematika tidak lagi menjadi musuh, melainkan teka-teki menyenangkan yang siap dipecahkan.

 

Investasi pada Logika, Bukan Sekadar Nilai

Memilih tempat les bukan hanya soal memperbaiki nilai ulangan minggu depan, tapi membangun pola pikir logis yang akan dipakai anak seumur hidup. Metode Singapore math telah terbukti secara global mencetak siswa-siswa dengan kemampuan literasi matematika tertinggi di dunia. Daftar trial class gratis di Sparks Math sekarang (untuk anak 3-13 tahun) dengan kurikulum Singapore dan Cambridge, serta buktikan bagaimana metode ini membuat matematika jadi menyenangkan untuk anak Mom and Dad!

Scroll to Top