Asah critical thinking dan kemampuan problem solving si Kecil. Program ini dirancang untuk membangun fondasi logika yang kuat, membimbing anak memecahkan masalah nyata dengan strategi yang tepat—bukan sekadar menghafal rumus.

Les matematika yang menggunakan kurikulum dari negara dengan prestasi akademik dan universitas terbaik (Singapore peringkat pertama bidang matematika, membaca, dan sains versi PISA 2022)

Dengan pendekatan Why-based dan Mastery-based, anak jadi paham setiap konsep matematika dan belajar secara bertahap hingga benar-benar menguasainya

menggunakan metode CPA & Bar Model yang interaktif dan menyenangkan

Guru dengan skill matematika yang kuat dan terlatih untuk mengajar secara terstruktur dan menyenangkan
Eksperimen sains seru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan logika anak
Mengasah logika & kreativitas lewat aktivitas yang seru dan terarah
Pendampingan ekstra untuk bantu anak mengejar ketertinggalan
Jl. Jend. Sudirman, Pd. Jaya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15229
Jl. Boulevard Raya No.2 Blok CN, Klp. Gading Tim., Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara
Kalimalang (Coming Soon)
Tebet (Coming Soon)

Fokus Sparks Math adalah pemahaman konsep dan problem solving (bukan hafalan). Kami mencapainya dengan 3 pilar utama:
Kurikulum Inti: Menggunakan kurikulum Singapore yang sudah teruji dan diselaraskan dengan standar internasional kurikulum Cambridge.
Metode CPA: Anak belajar secara bertahap dari benda-benda konkret (Concrete), lalu visual/gambar (Pictorial), sebelum masuk ke rumus abstrak (Abstract).
Visualisasi (Bar Model): Untuk soal cerita, kami melatih critical thinking menggunakan Bar Model, sebuah teknik visual untuk membedah masalah yang kompleks.
Sangat cocok. Anak biasanya tidak suka matematika karena mereka merasa “gagal” saat tidak bisa menghafal rumus atau mendapat nilai jelek. Program kami berbeda. Karena kami fokus pada strategi dan problem solving (bukan hafalan), matematika jadi terasa seperti memecahkan teka-teki atau misteri. Kami membimbing anak untuk melihat bahwa “salah” adalah bagian dari proses belajar, dan ada banyak strategi berbeda untuk menemukan jawaban yang tepat.
Perbedaan utamanya ada di fokus. Les matematika biasa seringkali fokus pada kecepatan dan ketepatan menghafal rumus untuk mengejar nilai ujian. Program Critical Thinker, dengan kurikulum Singapore, berfokus membangun fondasi logika dan critical thinking. Kami tidak hanya memberi tahu “caranya”, tapi kami melatih anak untuk bertanya “kenapa bisa begitu?”. Tujuannya jangka panjang: agar mereka bisa memecahkan masalah baru yang belum pernah mereka lihat.
Kami memperdalam konsep yang dipelajari di sekolah (seperti pecahan, perkalian, dll) menggunakan metode Singapore Math. Fokus kami bukan pada (misalnya) “Bab 5,” tapi pada skill yang dibutuhkan untuk menyelesaikan Bab 5. Anak akan belajar:
Visualisasi Masalah: Menggunakan teknik seperti Bar Model untuk memetakan soal cerita.
Strategi Problem Solving: Belajar berbagai cara untuk memecahkan masalah.
Logika & Pola: Menganalisis masalah dan menemukan pola yang tersembunyi.
Argumentasi: Menjelaskan “kenapa” mereka memilih strategi tersebut.
Usia 7-10 tahun (level SD) adalah masa transisi emas. Ini adalah saat di mana anak beralih dari pemikiran konkret ke pemikiran abstrak. Jika di usia ini mereka tidak membangun fondasi logika yang kuat, mereka akan selamanya bergantung pada hafalan rumus. Mengasah critical thinking di usia ini memberi mereka “alat” untuk bernalar dan menganalisis, sebuah skill yang akan sangat berguna tidak hanya di matematika, tapi di semua pelajaran.
Kelas offline berjalan dalam format kelompok kecil (small group). Ini sangat penting. Critical thinking tidak bisa diajarkan satu arah. Dalam kelompok kecil, pengajar punya waktu untuk membimbing tiap anak, memancing mereka dengan pertanyaan “kenapa”, dan mendorong diskusi. Anak-anak bisa belajar strategi pemecahan masalah dari teman-temannya, bukan hanya dari guru.

2025 | Spark Mathematic – PT Pendidikan Anak Bangsa – Part of Seven Retail Group (PT Pendidikan Anak Bangsa)